Jumat, 09 Desember 2011

CATAMARAN RESISTANCE WITH VARIATION DISTANCE OF DEMIHULLS

Catamaran's resistance effect with variation of demihulls distance
I have a project to analyze the caracteristic of catamaran in it's respon to the resistance. if this ship moving on the still water she will be exposed the different effect with ship in monohull form. because of the interaction between both of demihulls. the interaction is usually called as interfency.

my proffesor have one paper that contains some experiments in towing tank. this experiment discuss the resistance of catamaran with variation distance of demihull. one of the result is shown in following paragraph.
the distance both of demihulls is described in ratio between distance of demihulls (S) and ship length waterline (L). S/L = 0.3

demihull model towing tank caracteristic is shown by :
Displacement       :     7.2 kg
volume                 :     7046163.8 mm3
Lwl                      :     1371.8 mm
Beam wl              :     122.6 mm
Draft                    :     78 mm
Cb                       :     0.537
Cp                       :     0.732
Cm                      :     0.79
Cwp                     :     0.81
WSA                   :     256305.9 mm2
Waterplan area     :    136129.3 mm2

the towing tank test result of catamaran S/L = 0.3 is:
Froude number                 CV                  CT                  CW
0.187659                                  0.006706              0.006983               0.000277
0.281222                                  0.006228              0.008472               0.002244
0.374874                                  0.005819              0.008762               0.002943
0.468567                                  0.005546              0.012149               0.006603
0.561488                                  0.005297              0.010267               0.004970
0.654683                                  0.005099              0.008375               0.003276

the result has been compared with result use computerical method use CFD (Computational Fluid Dynamic) from ANSYS. the CFD results is :

Kamis, 08 Desember 2011

FABRIKASI GALANGAN

FABRIKASI
Dalam proses pembangunan kapal terdapat banyak tahapan yang dilakukan, salah satunya adalah fabrikasi atau pekerjaan bengkel.
Fabrikasi terbagi menjadi empat proses kerja, yaitu:
a.    Marking
Merupakan proses penandaan pada permukaan material yang akan mengalami pekerjaan dan ditempat mana harus dilakukan pekerjaan serta pada bagian mana pada material ini yang harus dipasang.
b.    Cutting
Merupakan proses pemotongan material sesuai dengan marking yang telah dilakukan. Pada proses ini terdapat 3 macam pemotongan pelat yang dapat dilakukan, yaitu:
1.  Cutting Manual
    Proses cutting manual adalah proses pemotongan pelat dengan cara menggunakan  mesin brander. Biasanya mesin brander ini juga digunakan secara langsung di lapangan sebagai alat untuk firing dan cutting sisa pelat saat joining block. Hasil sisi pemotongan dengan cara cutting manual ini sangat dipengaruhi oleh teknik dan keahlian dari tukang yang melakukannya karena arah dan laju pemotongan  pelat terhadap pelat sepenuhnya dilakukan dengan tangan.
2.  Cutting Semi Automatic
3.  Cutting Mesin CNC (Computer Numerical Control)
            Proses cutting pelat dengan menggunakan mesin CNC merupakan teknologi pemotongan pelat yang paling canggih yang dimiliki oleh PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Proses cutting pelat menggunakan mesin CNC adalah menggunakan system file gambar yang berupa kode hasil output dari software tribon dari rancang bangun. Mesin CNC adalah suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (data perintah dengan kode angka, huruf dan simbol) sesuai standart ISO. Sistem kerja teknologi CNC ini akan lebih sinkron antara komputer dan mekanik, sehingga bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang sejenis, maka mesin perkakas CNC lebih teliti, lebih tepat, lebih fleksibel dan cocok untuk produksi masal.

 Gambar. Pemotongan pelat dengan CNC
            Mesin CNC ini biasanya melakukan pengerjaan pemotongan untuk braket-braket dan blok-blok, dll. Jadi dalam pengoperasiannya, mesin ini cukup dijalankan oleh satu operator yang bertugas menginputkan file gambar ke dalam mesin pemrogram CNC dan mengatur letak dan posisi nozzle pengapian agar hasil potongan pelat sempurna. Selain dengan menginputkan gambar yang sudah jadi, juga dapat dilakukan penggambaran langsung menggunakan computer pada mesin CNC. Biasanya penggambaran langsung ini dilakukan untuk menggambar bentuk yang gampang seperti pelat untuk mengangkat blok.

SEJARAH PT. DOK SURABAYA (PERSERO)

PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) merupakan perusahaan BUMN produksi kapal terbesar kedua setelah PT. PAL Surabaya (Persero), didirikan pada tanggal 22 September 1910 oleh Pemerintah kolonial Belanda di Amsterdam. Perusahaan ini awalnya bernama N.V. DROOGDOK MATSCHAPPIJ SOERABAIA dimana pemegang saham saat itu antara lain N.V. Konjnlijke paket vaart maatschappij, N.V. Stomivart Maatschappij Nederland, N.V.Roter Sdancsh LCYD. Pendirian perusahaan tersebut dilaksanakan di depan notaris J.P Smith.
       Pada masa pendudukan Jepang yaitu tahun 1942 – 1945, Perusahaan ini berganti nama menjadi HARIMA ZOZEN. Namun setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II,tepatnya tanggal 17 Agustus 1945,perusahaan ini menjadi milik Pemerintah Republik Indonesia. Namun pada tahun 1945 sampai dengan tahun 1957, perusahaan tersebut kembali ke tangan Belanda yang namanya diubah kembali menjadi nama awal pada waktu didirikan, yaitu N.V. DROOGDOK MATSCHAPPIJ SOERABAIA.

          Pada waktu terjadi konfrontasi antara pemerintah Indonesia dengan Belanda yang terjadi pada tahun 1958 telah menyebabkan perusahaan ini berpindah tangan ke pemerintah Indonesia dengan landasan hukum Peraturan Pemerintah No 23, tahun 1958 di bawah pengelolaan B.P.U MARITIM. Kemudian Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah lagi yang menyusul Peraturan Pemerintah sebelumnya yaitu Peraturan Pemerintah No. 109 Th. 1961, tanggal 17 April 1961 dan Perusahaan ini menjadi Perusahaan Negara (PN) dengan nama PN. DOK DAN PERKAPALAN SURABAJA.